News Update :
Home » » Laporan Praktikum Eksoterm dan Endoterm

Laporan Praktikum Eksoterm dan Endoterm

Penulis : Rijki Ramdani on Thursday, 4 October 2012 | 06:16

Laporan Praktikum Eksoterm dan Endoterm Teknologi Pengolahan Sawit


1.      Tujuan percobaan
Membandingkan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi yang menyerap kalor (endoterm)

2.      Dasar teori
Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi yang melepaskan kalor, sedang reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Contoh reaksi eksoterm adalah gamping atau kapur tohor, CaO(s) dimasukkan ke dalam air.
CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq)
Reaksi di atas eksoterm, berarti sejumlah kalor yang berasal dari sistem lepas ke lingkungan. Kandungan kalor sistem menjadi berkurang.
Contoh reaksi endoterm adalah pelarutan amonium khlorida, NH4Cl.
NH4Cl(s) + Air → NH4Cl(aq)

Persamaan Termokimia
Penulisan suatu persamaan reaksi yang disertai dengan harga perubahan entalpinya dinamakan persamaan termokimia. Berikut diberikan contoh persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dan endoterm.
Persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm:
CaO(s) + CO2(g) → CaCO3(s) ΔH = - a kJ
Persamaan termokimia untuk reaksi endoterm:
CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g) ΔH = + a kJ
3.      Alat dan Bahan
Berikut ini adalah alat dan bahan yang digunakan pada percobaan reaksi eksoterm dan endotem.5.      Data Percobaan
a.       Data Sebelum Percobaan
Eksoterm : Membebaskan kalor dari sistem ke lingkungan
 H2 – H1 <  0                                                                    (H2 < H1)
C2H6 + 3O2                                       2CO2 + 3H2O               H = -212,8 kkal
Endoterm : Menerima atau menyerap kalor dari lingkungan
H = H2 – H1  >   0 
                   
Ba(OH)2 + 2NH4Cl                                      BaCl + 2 NH3 + 2H2O     H = +12,68 kkal
b.      Data Setelah Percobaan
M =                      3M = HCl 36%         11,74 M
V1M1    =   V2M2
V1.11,74   =    0,1 x 3
V1       =
             = 256 ml
Hasil Percobaan
No.
Kegiatan
Pengamatan
1
a.       Ba(OH)2.8H2O + NH4Cl
Pada saat terjadinya reaksi, suhu sistem menjadi dingin. Hal ini menunjukan adanya reaksi endoterm
b.      Gas yang dihasilkan
Gas Amonia
2
a.       Suhu larutan HCl 3 M
32
b.      Suhu campuran Mg + HCl
Suhu awal = 32
Suhu campuran = 37
c.       Kondisi Mg selama reaksi (3 M HCl)
Pita Mg habis setelah dicampurkan dengan larutan HCl
Berdasarkan hasil percobaan di atas menunjukan bahwa terjadi reaksi eksoterm.
Selama terjadinya pemanasan, CuCO3 Berubah wujud dari padat/serbuk menjadi cair disertai dengan perubahan warna. Setelah beberapa saat kemudian CuCO3 berubah wujud kembali menjadi padat/serbuk. Hal ini menunjukan terjadinya reaksi endoterm.
Warna sebelum dilakukan pemansan adalh hijau dan warna setelah dilakukan pemanasan adalah hitam.
6.      Analisis Data
·         Reaksi Endoterm

karena  sistem  menyerap  energi/menerima  energi,  maka entalpi  produk (Hp)  lebih besar  daripada  entalpi  pereaksi (HR)
·        Reaksi Eksoterm

karena sistem membebaskan energi/melepaskan energi, maka entalpi produk (Hp) lebih kecil daripada entalpi pereaksi (HR)
Dari hasil yang telah diperoleh, maka telah diketahui bahwa percobaan memiliki perkiraan jumlah entalpi produk yang sama jika dibandingkan dengan entalpi pereaksinya masing-masing. Begitu pula dengan percobaan (2) dan (4) yang memiliki kesamaan perkiraan jumlah entalpi.
7.      Pembahasan
1.      Pencampuran HCl dan pita Magnesium menghasilkan panas. Reaksi kimia yang menghasilkan panas adalah reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm mempunyai Hr <>
2HCl(l) + Mg(s) → MgCl2(aq) + H2(g)                                                                      
Tindak Lanjut
1.      Beri penjelasan singkat tentang pengertian sistem dan lingkungan!
Jawab :
Pada dasarnya, perubahan entalpi terjadi karena adanya perpindahan energi antara sistem dan lingkungan. Sistem adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan.
2.      Berdasarkan proses di bawah ini, tentukanlah proses mana saja yang termasuk reaksi eksoterm dan reaksi endoterm!
Reaksi kimia berlangsung dengan menyerap dan melepaskan energi. Jika membebaskan energi disebut reaksi eksoterm, sedangkan yang menyerap energi disebut reaksi endoterm.
Sistem adalah bagian dari alam semesta yang sedang menjadi pusat perhatian, sedangkan lingkungan adalah bagian dari alam semesta yang berinteraksi dengan sistem.
Kalor adalah energi yang berpindah dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya karena perbedaan suhu, sehingga q dapat dituliskan q = m x ∆t atau q = C x ∆t
9.      Daftar pustaka
http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-10868.html
http://ariphudien.wordpress.com/2010/02/11/laporan-kimia-praktikum/
http://dc395.4shared.com/doc/AOLhS6PC/preview.html
http://eraeraeraastrada.blogspot.com/2011/10/laporan-praktikum-kimia-reaksi-eksoterm.html
http://central-education.blogspot.com/2011/11/pengertian-sistem-dan-lingkungan.html
10.   Lampiran
Satu lembar data sebelum percobaan yang belum diolah.*
Share this article :

Post a Comment

 
Design Template by rijkiramdani | Support by creating website | Powered by Blogger